Feeds:
Tulisan
Komentar

Andai kau mau mengerti….

Ku seru engkau,
Bukan hanya sekedar ingin mendengar suaramu,
Ku sapa engkau,
Bukan hanya sekedar ingin melihat wajahmu,
Ku kejar engkau,
Bukan hanya sekedar ingin mendapatkanmu,
Semua itu ku lakukan,
Karna ku cinta padamu…
…Andai kau mau mengeri…??

Tak pernah ku berhitung,
Sebesar apa pengorbananku untuk mu,
Seluas apa cintaku padamu,
Karena semua itu tulus dari hatiku…

Namun sayang,
Itu semua tak berarti bagimu…
….Andai kau mau mengerti…??

Ku sadar,
Ku hanyalah sampah,
Yg kotor dan bau,
Yg tak berarti bagimu..
Yg slalu salah didepanmu,
Yg tak pantas disayangi,
Yg tak pantas dicintai,
Yg tak pantas untukmu,
yg tak bs ada setiap waktu untukmu,
Hingga kau malu,
walau sekedar menatap wajahku….???
Dan lagi,
….Andai kau mau mengerti…??

Namun sayang,
Kau tak pernah mau mengerti….???

Tenggarong, September 2009

Oleh: Wahyudi*

[Ketua Umum PC. PMII Kutai Kartanegara]

DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan, tidak bisa bekerjasama lagi dengan Penjabat (Pj) Bupati Sjachrudin. Pernyataan tidak ada harapan “mesra” itu dilontarkan langsung beberapa Anggota Dewan dalam rapat bersama dengan sejumlah pejabat Depdagri dan Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (11/6). dprdkutaikartanegara.go.id.

WahyudiSuasana Kutai Kartanegara semakin memanas pasca demo T3D terkait persoalan honor T3D beberapa hari ini serta demo Perhimpunan Masyarakat Peduli Kutai Kartanegara yang menuntut mundurnya Ketua DPRD Kutai Kartanegara. Statement politik pun bermunculan dari elit politik dan elit birokrasi di Kutai Kartanegara, saling serang melalui media massa membuat masyarakat Kutai Kartanegara bingung dan kepusingan yang mana benar dan yang mana salah, atau yang mana mesti diikuti dan yang mana mesti dijauhi.

Dahl (1971:24-26), transisi menuju demokrasi yang stabil umumnya didahului oleh bangkitnya dinamika, kompetisi dan konflik di kalangan elite terlebih dahulu. Bila merujuk pada apa yang dikatakan oleh Dahl, maka terjadinya konflik elit di suatu daerah, bisa berdampak pada hal yang positif. Karena dengan terjadinya konflik elit, bisa melahirkan suatu bentuk kompetisi dalam proses demokrasi yang ada. sehingga bisa tercipta keseimbangan atau adanya proses cek and balance pada elit politik atau elit birokrasi yang ada. Namun perlu juga digaris bawahi, bahwa konflik juga bisa berdampak negatif terhadap perkembangan ekonomi serta pembangunan di suatu daerah. Karena konflik elit bisa menyebabkan terjadinya instabilitas politik di daerah tersebut. Lanjut Baca »

Jakarta, Kutai Kartanegara Comunity
gus-imPengamat politik internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim) menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.

Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. ”Maka dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global,” katanya.

Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12). Lanjut Baca »

gladi bersih pelatih tari massal mtq 31 di gedung serba guna muara kaman

gladi bersih pelatih tari massal mtq 31 di gedung serba guna muara kaman/foto: buyung marajo

Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke 31 Sekabupaten kutai kartanegara akan berlangsung pada bulan maret 2009 mendatang,Kecamatan Muara Kaman sebagai tuan rumah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya sedini mungkin,hal ini terlihat saat gladi bersih tari massal di Gedung Serb Guna Desa Muara Kaman Ilir jumat ( 19/12).

Gladi bersih ini bertujuan untuk melihat kesiapan serta evaluasi terhadap 22 orang pelatih tari yang akan melatih 250 orang lagi untuk tari massal yang bertema “meniti jalan ilahi”,pagelaran tari massal ini terinspirasi dari seni budaya Islami yang masih tumbuh dan berkembang di Kutai Kartanegara umumnya dan Kecamatan Muara Kaman pada khususnya.

H. Misra Budiarto Ax, S.Sos, MM selaku Pimpinan Produksi – Stage Manager Tari Massal “Meniti Jalan Illahi” menjelaskan bahwa kegiatan gladi bersih ini sebagai evaluasi untuk persiapan tari massal MTQ nanti di Muara Kaman,selain itu gladi bersih ini untuk memotivasi 22 orang pelatih yang melatih 250 orang yang akan terlibat dalam tari massal nantinya. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »